Rudi Choiruddin, juru masak dan dulu pembawa acara "Resep Oke Rudi" di RCTI,
ketika diminta komentarnya tentang wanita mengatakan
bahwa wanita itu ibarat makanan, ada banyak tipe dan rasanya.
Pertama: Tipe Rendang Padang.
Wanita ini judes, galak, pedas omongannya, tapi jujur, apa adanya.
Mau menangnya sendiri tapi juga mau menolong orang lain,
paling tidak dengan cara menegur kejelekan orang tersebut.
Kedua: Tipe Bubur Ayam.
Kalau baru kenal orang ini ramah, hangat, dan bersahabat.
Tapi kalau udah lama jadi dingin dan hambar.
Ketiga: Tipe Sayur Bening.
Orangnya lugu, polos, nggak neko-neko, nggak romantis,
tapi perlu juga sebagai penambah vitamin.
Bisa dinikmati waktu panas maupun dingin.
Keempat: Tipe Kepiting Rebus.
Tipe ini keras luarnya, tapi dalamnya lembut dan nikmat.
Jadi harus perlu kesabaran dan kekuatan (paksaan)
untuk menghancurkan kulit luarnya.
Barulah dapat dinikmati kenikmatan daging di dalamnya.
Kelima: Tipe Asinan Bogor.
Perlu kalau kita lagi suntuk,
karena orangnya mengasyikkan.
Bisa membuat mata dan hati menjadi segar kembali.
Keenam: Tipe Babat Goreng.
Wanita ini kenyal, susah dipahami,
tapi kalau sudah lama kenal jadi ingin nambah
lagi karena rasanya yang gurih dan nikmat.
Dari berbagai tipe wanita di atas, kata Rudi,
yang penting bukan suka atau enak yang mana karena semua makanan itu
sama enaknya dan manfaatnya. Jadi supaya sehat, nasehat Rudi selanjutnya,
kita harus menikmatinya semuanya.
Kalau dikejar waktu (umur) makan aja bubur ayam yang hangat,
karena cepat membuatnya.
Kalau abis patah hati makan asinan Bogor supaya segar kembali.
Jadi sesuaikan dengan waktu dan kebutuhannya.
Tetapi, ungkap Rudi sebagai penutup, jangan semuanya dimakan sekaligus.
Bisa bisa bukan jadi sehat malah sakit perut. Selain itu khan juga berat di ongkos...
ketika diminta komentarnya tentang wanita mengatakan
bahwa wanita itu ibarat makanan, ada banyak tipe dan rasanya.
Pertama: Tipe Rendang Padang.
Wanita ini judes, galak, pedas omongannya, tapi jujur, apa adanya.
Mau menangnya sendiri tapi juga mau menolong orang lain,
paling tidak dengan cara menegur kejelekan orang tersebut.
Kedua: Tipe Bubur Ayam.
Kalau baru kenal orang ini ramah, hangat, dan bersahabat.
Tapi kalau udah lama jadi dingin dan hambar.
Ketiga: Tipe Sayur Bening.
Orangnya lugu, polos, nggak neko-neko, nggak romantis,
tapi perlu juga sebagai penambah vitamin.
Bisa dinikmati waktu panas maupun dingin.
Keempat: Tipe Kepiting Rebus.
Tipe ini keras luarnya, tapi dalamnya lembut dan nikmat.
Jadi harus perlu kesabaran dan kekuatan (paksaan)
untuk menghancurkan kulit luarnya.
Barulah dapat dinikmati kenikmatan daging di dalamnya.
Kelima: Tipe Asinan Bogor.
Perlu kalau kita lagi suntuk,
karena orangnya mengasyikkan.
Bisa membuat mata dan hati menjadi segar kembali.
Keenam: Tipe Babat Goreng.
Wanita ini kenyal, susah dipahami,
tapi kalau sudah lama kenal jadi ingin nambah
lagi karena rasanya yang gurih dan nikmat.
Dari berbagai tipe wanita di atas, kata Rudi,
yang penting bukan suka atau enak yang mana karena semua makanan itu
sama enaknya dan manfaatnya. Jadi supaya sehat, nasehat Rudi selanjutnya,
kita harus menikmatinya semuanya.
Kalau dikejar waktu (umur) makan aja bubur ayam yang hangat,
karena cepat membuatnya.
Kalau abis patah hati makan asinan Bogor supaya segar kembali.
Jadi sesuaikan dengan waktu dan kebutuhannya.
Tetapi, ungkap Rudi sebagai penutup, jangan semuanya dimakan sekaligus.
Bisa bisa bukan jadi sehat malah sakit perut. Selain itu khan juga berat di ongkos...
1 comment:
Kalo menurut aq, resep si Rudi gak bagus dicoba semuanya..kalo udah pernah sayang sama seseorang jangan kecewakan dia.
Jaga dia baik2, kalo emang gak bisa lagi jangan putuskan suatu hubungan sehingga menjadi suatu permusuhan..CINTA itu anugrah..jangan lari darinya..eh kok gak nyambung dengan resepnya si Rudi..au..ah gelap...baca aja deh..
Post a Comment